PENELITIAN TINDAKAN

PENELITIAN TINDAKAN

(Action Research)

Encang Saepudin

 

A.    Pengertian Penelitian Tindakan (Action Research)

Penelitian tindakan menuntut adanya perkembangan. Menurut Arikunto (2002: 18), penelitian tindakan adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi di masyarakat atau kelompok sasaran, dan hasinya langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan. Karakteristik utama penelitian ini adalah partisipasi dan kolaborasi antara peneliti dengan anggota sasaran. Penelitian tindakan adalah salah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang ‘dicoba sambil jalan’ dalam mendeteksi dan memecahkan masalah.

Kemmis (1983) menyatakan bahwa penelitian tindakan merupakan upaya mengujicobakan ide-ide ke dalam praktek untuk memperbaiki atau mengubah sesuatu agar memperoleh dampak nyata dari situasi. Kemmis dan Taggar (1988) juga menyatakan bahwa penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian reflektif diri yang secara kolektif dilakukan peneliti dalam situasi social untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktek pendidikan dan social mereka, serta pemahaman mereka mengenai praktek dan terhadap situasi temapat dilakukan praktek-praktek tersebut (Zuriah, 2003:54).

Selanjutnya Zuriah, (2003:54) membuat sebuah kesimpulan bahwa penelitian tindakan menekankan kepada kegiatan (tindakan) dengan mengujicobakan suatu id eke dalam praktek atau situasi nyata dalam skala mikro yang diharapkan kegiatan tersebut mampu memperbaiki, meningkatkan kualitas dan melakukan perbaikan social. Esensi penelitian tindakan terletak pada adanya tindakan dalam situasi yang alami untuk memecahkan permasalahan-permasalahan prasktis atau meningkatkan kualitas praktis. 

B. Konsep Penelitian Tindakan

Dalam melakukan penelitian tindakan, menurut Zuriah ada enam asas yang perlu diperhatikan yaitu:

1.  Asas kritik reflektif, merupakan upaya dalam menilai apa yang telah dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan. Hal ini untuk mencari alternative-alternatif tindakan yang inovatif yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Langkah yang perlu ditempuh dalm kritik reflektif yaitu mengumpulkan catatan-catatan yang telah dibuat, menerangkan dasar reflektif yang menyangkut catatan-catatan tersebut dan mentranformasi pernyataan menjadi pernyataan serta sejumlah alternative yang memungkinkan dapat digunakan sebagai rekomendasi yang belum terpikirkan sebelumnya.

2.  Asas kritik dialektis, memberikan kritik terhadap gejala yang dijumpai dalam penelitian. Karakteristik dari gejala penelitian yaitu terpisah tetapi dalam konteks hubungan yang perlu ada, satu tetapi bermacam-macam, cenderung berubah.

3. Asas sumber daya kolaboratif, sudut pandang setiap orang akan dianggap memberikan andil pada pemahaman.

4.  Asas resiko, keberanian peneliti untuk mengambil resiko itu misalnya prediksi-prediksi penelitian yang tidak tepat sehingga ada tuntutan untuk melakukan tranformasi.

5.  Asas struktur majemuk, berhubungan dengan sifat penelitiantindakan yaitu dialektis, refleksifdan kolaboratif.

6. Asas teori, praktik dan transformasi, kegiatan penelitian dilakukan setelah memperoleh pemahaman teoritis, teori dan praktek merupakan dua tahap proses yang berbeda yang saling bergantung dan mendukung proses perubahan, (Zuriah, 2003:54-58)

Sementara itu menurut H.D. Udjana (1998), asas-asas penelitian tindakan meliputi 4 hal, yaitu:

1.  Aktualitas, mengkaji yang actual dan hangat yang memamg dibutuhkan pada saat sekarang

2.  Kolaboratif, membutuhkan saling keterkaitan antar orang dan sumber-sumber yang saling mendukung keberhasilan penelitian.

3.  Partisipatif, bekerja sama dengan subyek penelitian untuk melakukan sesuatu sesuai kebutuhan.

4.  Kontinuitas, hasil penelitian harus bermakna dan bermanfaat untuk pengembangan dan pembaruan terus-menerus. (Zuriah, 2003: 59)

Setiap jenis penelitian memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan penelitian lain. Untuk itu, Kemmis dan Tagar (1990) mengemukakan cirri-ciri pokok penelitian tindakan ke dalam tujuh belas poin, yaitu :

1.       Penelitian tindakan merupakan pendekatan untuk meningkatkan pendidikan dengan merubahnya dan mempelajaridampak dari perubahan tersebut.

2.       Bersifat partisipatori yaitu penelitian yang diterapkan oleh paraktisi terutama untuk meningkatkan kualitas pelaksana tugas mereka sendiri.

3.       Penelitian tindakan dilaksanakan dengan mawas diri yitu spiritual siklus perencanaan, tindakan, observasi, mawas diri dan selanjutnya perencanaan kembali.

4.        Bersifat kolabaratif yaitu melibatkan semua orang yang bertanggung jawab dalam usaha peningkatan obyek penelitian.

5.       Menetapkan masyarakat yang mampu melaksanakan kritik yang terdiri dari orang-orang yang berpartisipasi dan berkolaboratif dalam seluruh fase proses penelitian.

6.        penelitian tindakan merupakan proses belajar yang sistematis dimana orang bertindak secara sadr walaupun masih ada kejutan tanggap terhadap kesempatan yang ada. 

7.        Melibatkan orang-orang dalam berteori dengan prakteknya, yaitu menjadi inkluistif terhadap lingkungan, tindakan dan dampak serta menjadi mengerti hubungan antara lingkungan, tindakan dan dampak.

8.       Menguji ide-ide dan asumsi tentang institusi dengan mengumpulkan buku yang dapat meyakinkan mereka bahwa praktek-praktek, ide-ide dan asumsi yang terdahulu salah atau salah arah.

9.       Terbuka terhadap bukti (data), melibatkan catatan-catatan, pengumpulan dan analisi penilaian, reaksi dan kesan.

10.   Melibatkan pembuatan jumlah pribadi yang mengandung kemajuan yaitu belajar tentang praktek yang diteliti dan belajar tentang proses penelitiannya.

11.   Penelitian tindakan merupakan proses politik sebabmelibatkan orang-orang untuk melakukan perubahan yang akan mempengaruhi orang lain.

12.   Penelitian tindakan melibatkan orang-orang dalam melakukan analisis kritis tentang situasi lembaganya.

13.   Penelitian tindakan dimulai dengan hal-hal kecil dengan melaksanakan perubahan yang dapat dicoba dengan hanya saty obyek dan berikutnya berupaya mencapai perubahan yang lebih besar.

14.   Penelitian tindakan dimulai dengan siklus perencanaan, tindakan observasi dan refleksi dalam skala kecil yang dapat membantu dalam merumuskan pertanyaan yang lebih kokoh dalam proses pekerjaan.

15.   Penelitian tindakan dimulai dengan kelompok kolaborator dalam skala kecil dan secara bertahap melibatkan makin banyak orang yang dilibatkan dan terpengaruh oleh paraktek yang diteliti.

16.   Penelitian tindakan memungkinkan peneliti membuat rekaman tentang kemajuan penelitian berupa rekaman tentang perubahan kegiatan dan prakteknya, perubahan dalam bahasa dan wacana yang digambarkan, perubahan dalam hubungan social dan hambatan dalam praktek serta rekaman tentang perkembangan dalam penguasaanpenelitian tindakan yang dilakukan.

17.   enelitian tindakan memungkinkan peneliti memberikan justifikasi karena peneliti dapat menunjukan bagaimana bukti yang dikumpulkan dan refleksi kritis yang telah dilakukan peneliti membantu menciptakan sesuatu yang dikembangkan, diuji dan pemikiran yang teruji secara kritis. (Zuriah:60-61)

Selain hal diatas, Dimyati (2000) menyatakan bahwa Action Research adalah penelitian tindakan dengan tindakan untuk mengadakan perubahan-perubahan sehingga menjadi lebih baik. Cirri-ciri Action reseach yang dikemukakan oleh Dimyati yaitu:

1.       Kegiatan perbaikan yang merupakan suatu program berdasarkan penelitian.

2.       Pelaku kegiatan dibedakan menjadi dua golongan, yaitu peneliti yang   bertanggung jawab atau tim peneliti di bawah pimpinan seorang ilmuan dan petugas yang bertugas sehari-hari bertindak dalam lembaga yang bersangkutan.

3.       Kegiatan pengumpulan informasi tentang system perilaku atau komponen-komponen dalam kegiatan yang lengkap, rinci dan bermanfaat dalam perbaikan realitas social.

4.       Kegiatan pengumpulan data yang keras selama waktu penelitian yang bermanfaat bagi perbaikan realitas social dan bila mungkin dapat disebar luaskan pada realitas lain yang konteksnya serupa.

5.       Alat untuk membuat warga masyarakat atau petugas pada lembaga yang bersangkutan memahami kekuatan mereka sendiri sehingga mendorong terwujudnya perbaikan atau perubahan social secara terus-menerus.

6.       Menghasilkan laporan penelitian yang berisi data perilaku, konsep dan teori ‘mendasa’ awal sifat kronologis yang diuji lebih lanjut.

7.       Berakhirnya action research memberikan dua faedah ganda yaitu lembaga yang menjadi sasaran penelitian dapat tumbuh menjadi lembaga perbaikan realitas social yang diteliti.

Berdasarkan cirri-ciri diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan merupakan pengaplikasian ide-ide ke dalam praktek yang didasari oelh ilmu (teori) sebagai pendukungnya untuk menghasilkan dampak positif yang mengarah pada peningkatan kualitas dan perbaikan pada sasaran penelitian dan melibatkan banyak orang sesuai dengan kepentingan-kepentiangan yang bersangkutan.

Arikunto (2002: 82) mengemukakan bahwa penelitian tindakan yang dilakukan harus memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut :

1.      Permasalahan yang dipilih harus memenuhi criteria, yaitu benar-benar nyatadan penting, menarik perhatian, mampu ditangani dan berada dalam jangkauankewenangan peneliti untuk melakukan perubahan.

2.      Kegiatan penelitian yang dilakukan tidak boleh mengganggu atau menghambat kegiatan utama

3.      Jenis intervensi yang dicobakan yang harus efektif dan efisien, yaitu tepat sasaran dan tidak memboroskan waktu, dana dan tenaga.

4.      Metodologi yang digunakan harus jelas, rnci dan terbuka.

5.      Kegiatan penelitian diharapkan merupakan proses kegiatan proses kegiatan yang berkelanjutan, mengingat pengembangan dan pengembangan dan perbaikan terhadap kualitas tindakan memang tidak dapat terhenti tetapi menjadi tantangan sepanjang waktu.

Dalam penelitian tindakan peneliti dapat bertindak sebagai peneliti dan partisipasi perbaikan dalam arti ikut memperbaiki secara kritis. Selainitu, pengumpulan data dan analisis dilakukan secara serentak.

Penelitian tindakan memiliki lima kategori fungsi menurut Cohen dan Manion (1989), yaitu:

1.      Alat untuk memecahkan masalah yang dilakukan dengan diagnosis dalam situasi tertentu.

2.      Alat pelatihan dalam aktivitas

3.      Alat untuk mengenalkan pendekatan tambahan atau yang inovatif

4.      Alat untuk meningkatkan komunikasi dan memperbaiki kegagalan penelitian sebelumnya.

5.      Alat untuk menyediakan alternative atau pilihan yang lebih baik untuk mengantisipasi pendekatan yang lebih subyektif dalam memecehkan masalah.

Dalam kelima fungsi diatas, Zuriah (2003:69) menyimpulkan bahwa fungsi utama penelitian tindakan adalah sebagai alat untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pekerjaan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s