KONSEP DASAR SISTEM

KONSEP DASAR SISTEM

Oleh  : Encang Saepudin

 

Pendekatan Sistem

Dalam merancang sebuah sistem, terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem yaitu:

1.      Pendekatan yang menekankan pada prosedur

Dalam pendekatan ini, Jerry Fitz Gerald yang dikutip oleh Hartono mendefinisikan sistem sebagai berikut: “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu ” (1999:1)

2.      Pendekatan yang menekankan pada elemen atau komponen

Dalam pendekatan ini, sistem didefinisikan sebagai berikut: “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu” (Hartono, 1999:2)

Pada pendekatan yang menekankan pada prosedur ini mendefinisikan sistem sebagai jaringan kerja dari prosedur yang lebih menekankan urutan-urutan operasi di dalam sistem. Sedangkan, pada pendekatan yang menekankan pada elemen atau komponen ini mendefinisikan sistem sebagai kumpulan-kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem.

Kedua pendekatan ini mendefinisikan sistem ini secara benar dan tidak bertentangan. Sehingga dalam memperlajari suatu sistem akan lebih mudah apabila mengetahui terlebih dahulu apakah sistem itu.

Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu:

1.      Komponen-kompenen (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerjasama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen dapat berupa subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mepengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2.      Batas Sistem (Boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luar. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup dari sistem tersebut.

3.      Lingkungan Luar Sistem (Environment)

Lingkungan luar sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

4.      Penghubung sistem (Interface)

Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.

5.      Masukan Sistem (Input)

Masukan adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintance input adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapat keluaran. Sebagai contoh di dalam komputer, program adalah maintance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputer dan signal input untuk mengolah menjadi informasi.

6.      Keluaran Sistem (Output)

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisanya dibuang.

7.      Pengolahan Sistem (Proscess)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Seperti aplikasi sistem administrasi arsip dinamis akan mengolah data persuratan menjadi rekapitulasi dan laporan lainnya.

8.      Sasaran atau Tujuan Sistem (Target/Goal)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya. Sasaran dari sistem akan menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan.

Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1.      Sistem abstrak dan sistem fisik

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik

 

 

 

 

2.      Sistem alamiah dan sistem buatan manusia

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.

3.      Sistem tertentu dan sistem tak tentu

Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

4.      Sistem tertutup dan sistem terbuka

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak terhubung dan tidak berpengaruh dengan lingkungan kuarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan berpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Dasar-dasar Pemilihan Sistem

Sebuah sistem dipilih berdasarkan studi kelayakan, studi kelayakan adalah proses mempelajari dan menganalisa masalah yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang dicapai. Ada lima aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam menilai suatu studi kelayakan, diantaranya adalah:

1.      Kelayakan Teknis

Sebuah masalah mempunyai kelayakan teknis, jika dirancang bangun sistem dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan menggunakan hardware dan software yang tersedia, yaitu yang ada atau yang dapat dimiliki. Dengan kata lain sistem yang nanti akan diterapkan menggunakan teknologi lama atau teknologi baru.

2.      Kelayakan Operasi

Sebuah masalah mempunyai kelayakan operasi jika rancang bangun sistem dapat menyelesaikan masalah personil atau ptosedur yang disediakan, yaitu yang ada atau dimiliki, dengan kata lain apakah sistem yang dirancang akan mengubah cara kerja dan struktur organisasi yang telah ada dan telah berjalan saat ini, sehingga dalam memeriksa aspek kelayakan operasi, sistem analisa semestinya memperhitungkan reaksi atau perubahan sistem.

3.      Kelayakan Ekonomis

Sebuah masalah mempunyai kelayakan ekonomis jika rancang bangun sistem dapat menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu dan anggaran biaya yang masuk akal, misalnya keuntungan sistem melebihi biaya penyusunan sistem, dengan kata lain apakah sistem yang dirancang lebih menguntungkan dari segi ekonomis. Dalam menghitung kelayakan ekonomis jauh lebih kompleks dibandingkan menghitung kelayakan teknis dan operasi.

4.      Kelayakan Jadwal Waktu

Pertanyaan mengenai kelayakan dari segi jadwal waktu ini timbul apabila suatu usulan rancang bangun sistem disertai dengan batas waktu tertentu. Perhatian atas batas waktu, sekali lagi tergantung pada pengetahuan dan pengalaman sistem analisa tertentu tentang masalah-masalah di dalam pengembangan software khususnya dalam bidang programming dan kegiatan lain yang berhubungan dengan komputer.

5.      Kelayakan Personil

Sistem database baru maupun hasil modifikasi adalah sarana untuk suatu perubahan. Manusia secara naluriah pada umumnya akan menentang adanya perubahan-perubahan. Jadi akan selalu timbul konflik di dalam membangun dan implementasikan suatu sistem database. Oleh sebab itu suatu studi kelayakan haruslah mempertimbangkan faktor manusia tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

Amsyah, Zulkifli. 1989.  Manajemen Kearsipan. Jakarta; Gramedia Pustaka

Amsyah, Zulkifli. 1996. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: ASMI.

Amsyah, Zulkifli. 2000. Manajemn Sistem Informasi. Jakarta: Gramedia.

Badriyah, Tessy. Sistem Informasi Manajemen.

Bagya, Widya P. 1988. Pedoman Analisa & Disain Sistem. Jakarta: Universitas Pembangunan Nasionol Veteran.

 

Bakotan. 1982. Pemnfaattan Teknologi Informasi dalam Organisasi Pemerintah: Jakarta:  Proceeding Seminar.

 

Burch dan Strater, 1974. Information Systems: Theory and Practice, Hamilton Publishing Campanny, California: Santa Barbara.

 

Davis, Gordon B. 1974. Management Information Systems: Conceptual Foundation, Structure, and Development. McGraw-Hill International Book Campany: Auckland etc.

 

Davis, Gordon B. 1991. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen: Struktur dan Pengembangannya. Jakarta : Pustaka Binaman Pessindo.

 

Davis, Gordon B. 1992Sistem Informasi Manajemen I & II. Jakarta: Pustaka Binawan.

 

Enger, Norman L. 1980. Management Standards for Developing Information Systems New York: AMACOM.

 

Gasperz, Vincent.1988. Sistem Informasi Manajemen: Suatu Pengantar. Bandung: Armico.

 

Indrajit, Ricardo Eko. 2001. Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Jakarta: Gramedia.

 

Kumorotomo, Wahyudi dan Subando Agus Margono. 2001. Sistem Informasi manajemen. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

 

Kristianto, Harianto. 1993. Konsep dan Perancangan Database. Yogyakarta: Andi.

Lani,Sidharta. 1995. Sistem Informasi Manajemen: Pengantar Sistem Informasi Bisnis. Jakarta:  Elex Media Komputindi

 

Leman. 1998. Metodologi Pengembangan Sistem Informasi. Jakarta: Elex Media Komputindo.

 

Lucas, Henry. 1978. Information Systems Concepts for Management. New York: McGraw-Hill.

 

Mahyuzir, Tavri D. 1994. Analisa dan Perancangan Sistem Pengolahan Data. Jakarta: Elex Media Komputindo.

 

Moekijat. 1991. Pengantar Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Remaja Rosda Karya.

 

Moekijat. 1984. Kamus Manajemen. Cetakan ketiga. Bandung:  Alumni.

Mykland, Liv .1992. Protection and identity: The Archivist’s Identity and Professionalism, Montreal:ICA, XIIth

 

Oetomo, Budi Sutedjo Dharma. 2002. Perencanaan dan Pembangunan Sistem Informasi.Yogyakara: Andi.

 

Onong, U. Effendi. 1989. Sistem Informasi Manajemen. Bandung:  Mandar Maju. 

Ricks, Betty, et.al. 1992. Information and Image Management: a Records System Approach, South Western Publishing Co., Cincinnati.

 

Richardus, Eko Indrajit. 2000. Pengantar Konsep Dasar: Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Jakarta:  Elex Media Komputindi.

 

Riza, Taufan. 2001. Manajemen Jaringan TCP/ IP. Jakarta:  Elex Media Komputindi.

 

Robek, Mary, Gerald Brown and Wilmer O. Maedke. 1987. Information and Record Management, Los Angeles: California State University.

 

Soedjadi, F. X. 1995. Analisis Manajemen Moderen. Jakarta:  Gunung Agung.

Siagian. 1977. Sistem Informasi untuk Pengambilan Keputusan. Cetakan ketiga. Jakarta: Gunung Agung.

 

Sulistyo-Basuki.  2003. Manajemen Arsip Dinamis, Pengantar Memahami dan mengelola Informasi dan Dokumen, Jakarta: Gramedia.

 

 

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s